TUA5BUOpGUzoTSr5GUCpBUCiTd==
  • @sekolahrakyatkebumen
  • +62 838-4059-8038

Tiga Golongan Manusia dalam Menyambut Bulan Ramadhan


Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah atau awal Ramadhan 2026 masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah.

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, seluruh umat Islam di dunia hendaknya bergembira. Karena di bulan ini umat islam dapat menjalankan kewajiban berpuasa selama satu bulan. Tidak hanya itu, segala amal kebaikan yang dilakukan pun akan dilipat gandakan pahalanya dibanding jika dikerjakan di bulan-bulan biasa.   

Namun ternyata, tidak semua bersikap sama dalam menyambut Ramadhan. Ada tiga golongan manusia dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.


1. Golongan orang-orang yang bergembira

Mereka adalah orang-orang yang berbahagia dan bersemangat menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Bahkan mereka telah melakukan persiapan yang begitu matang. Seperti memperbanyak berpuasa sunah di bulan-bulan sebelumnya, memperbanyak beribadah lainnya, memperbanyak berdoa, membuat target ibadah selama bulan Ramadan dan sebagainya.

Banyak pula dari golongan mereka yang menabung agar bisa beriktikaf di sepuluh hari terakhir bersama keluarga. Mereka pun menyiapkan alat-alat ibadahnya dengan baik, bahkan mempersiapkan ilmu seputar Ramadan semaksimal mungkin.

Mereka tahu betapa istimewanya bulan Ramadhan, selain puasa dan pahala yang berlipat ganda, ada pula malam lailatul qodar. Mereka ini adalah golongan yang beruntung.  Insyaallah keberkahan Ramadan akan menghampirinya. Beruntunglah orang-orang yang bersuka cita menyambut bulan suci Ramadan yang mulia. Subhanalloh.


2. Golongan orang-orang yang biasa saja

Golongan yang kedua adalah orang yang menganggap bulan Ramadan sama seperti bulan-bulan lainnya. Mereka tidak antusias, tidak terlalu gembira namun tidak pula bersedih. Ia biasa-biasa saja dan menganggap bahwa Ramadan akan berlalu seperti biasanya.

Mereka hanya sibuk mengumpulkan makanan, menyiapkan baju lebaran, dan pernak-pernik lebaran lainnya tanpa mementingkan esensi dari bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Mereka idak memiliki target ibadah melainkan melakukan ibadah seperti bulan-bulan sebelumnya. Tidak ada perbaikan dan tidak ada peningkatan. Mereka datar-datar saja, biasa-biasa saja. 

Rugilah golongan yang kedua ini. Mereka berpuasa hanya merasakan laparnya dan hausnya saja. Astaghfirulloh.


3. Golongan orang yang bersedih

Ternyata ada yang bersedih ketika Ramadan tiba. Mereka adalah orang yang merasa bahwa kesenangan hidupnya akan terjeda sementara karena harus berpuasa. Mereka merasa menderita karena harus menahan lapar dan haus. Mereka yang merasa tersiksa karena tidak bisa melakukan ini dan itu karena harus berpuasa. Mereka yang takut jika usahanya akan sepi karena kaum muslimin sedang berpuasa.

Mereka yang bersedih karena Ramadan tiba adalah orang-orang yang sungguh merugi. Golongan inilah orang-orang yang tidak tahu dan tidak dapat merasakan keistimewaan Ramadan yang luar biasa. Bahkan, ada juga dari golongan ini yang memilih tidak berpuasa padahal tidak ada alasan yang syar’i. Mereka tak segan bermaksiat di bulan Ramadan dan mengundang dosa. Na'udubillahimindzalik.


Demikian tiga golongan manusia dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Semoga bisa menjadi introspeksi untuk diri kita dan semoga kita semua masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Amin.

Ajining Diri Soko Lathi

Sekilas info

SekolahRakyat

Sekolah Rakyat didirikan sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang termasuk dalam miskin dan miskin ekstrim berdasarkan DTSEN

Formulir Kontak

Popup Image